Rabu, 20 Februari 2013
Bukan yang Pertama
00.37 | Diposting oleh
Unknown |
Edit Entri
Hari sudah larut malam tapi kimi belum juga tertidur, kamar berantakan, buku-buku, bantal guling berceceran dimana-mana, bahkan tisu punjuga banyak yang berjatuhan.Tetes demi tetes air mata mengalir deras di pipinya, penyesalan pun selalu menghantuinya setiap waktu.
Tangisan terisak-isak itupun masih berlanjut hingga pukul 23.00 wib.Hingga suatu saat mamanya mendengar sesuatu dikamar anak kesayangannya itu.
“Tok…tok…tok”
“Kimi… buka pintunya” ucap sang mama.
Kimi pun mulai membersihkan air mata yang ada di pipinya lalu membuka pintu kamarnya.
“iya mama, ada apa..?” kata kimi sambil menunduk supaya mamanya tidak curiga kalau kedua matanya bengkak.
“Kimi ada apa ini, kenapa kamarmu berantakan seperti ini, terus kenapa mukamu kusam, mata kamu juga bengkak nak..?
apa yang sebenarnya terjadi ?” ucap mama sambil khawatir.
“Enggak ma, nggak ada apa-apa kok, paling cuma kecapean aja kok ma” ucap kimi menyembunyikan sesuatu agar tidak diketahui oleh mamanya.
“Mama jadi curiga, oh yasudahlah..inikan sudah larut malam sebaiknya kamu buruan tidur, lagian kan besok juga sekolah pagi-pagi.” Pinta mama.
“Iya mama” jawab kimi sambil menghembuskan nafas lega dan dalam hatinya “untung mama enggak curiga kalau aku abis diputusin sama Tommy berengsek itu.”
“Kring…kring…kring” alarm pun berbunyi menunjukkan pukul 05.30 pagi dimana kimi harus pergi ke sekolah.
“Hah…!!! Suara itu muncul dari mulut Kimi beberapa kali.Kimi pun mulai beranjak dari tempat tidurnya kemudian menuju ke kamar mandi untuk siap-siap berangkat sekolah.
Mamanya yang sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk anak kesayangannya ini.
“Ma kimi berangkat ya..?” pamit kimi kepada mamanya dengan muka murung, kimi pun tak lupa mencium tangan mamanya dan itu adalah kebiasaannya sebelum berangkat sekolah.
“Kamu enggak makan dulu nak..?” Tanya mama.
“Udah ma nanti disekolah aja, daa mama” Kimi mencium pipi kanan mamanya dan segera meninggalkan rumah.Mamanya tak lupa menyelipkan uang jajan ke tasnya.
Kimi pun segera mengambil sepeda dan mengayuhnya dengan lemas tanpa daya.
Sesampainya disekolahan Kimi pun dengan muka murung langsung duduk di mejanya sendirian dan melamun tak seperti biasanya yang selalu ceria.
Tiba-tiba seorang cewek menghampirinya yaitu Hani namanya, dia adalah teman dekat Kimi sewaktu SD, tapi juga teman dekat sampai SMA sekarang ini.
“Woy Kim, ngapain pagi-pagi gini melamun..?” kata Hani sambil menepuk bahu Kimi sehingga membuat Kimi kaget.
“Aduh Hani loe tu ngagetin aja deh” ucap kimi dengan muka bĂȘte.
“Ada apa sih Kim sebenernya tu, kalau ada masalah cerita donk sama gue,siapa tau aku bias membantu” sahut Hani dengan penasaran.
“Gini Han kemarin tu gue abis diputusin sama Tommy, padahal kan gue masih sayang sama dia dan anehnya lagi tu setelah mutusin gue paginya udah jalan sama cewek lain, gimana gue gak sedih coba ?” ujar Kimi sambil menitiskan air mata.
“Ow… jadi gitu masalahnya, emang sih Tommy itu cowok berengsek, dari awal gue lihat lo jadian sama dia aja gue udah punya prasangka buruk, sebaiknya lo lupain aja Tommy, lagian banyak cowok lain yang lebih baik dari pada si playboy kayak gitu, mendingan lo senyum deh jangan manyun gitu, kan jadi jelek” ujar Hani.
“Iya-iya gue emang salah jatuh cinta sama cowok kayak gitu” jawab Kimi dengan nada menyesal.
Perbincangan mereka pun diakhiri karena bel masuk berbunyi.Pelajaran pertama pun dimulai. Hari ini adalah pelajaran paling membosankan, bikin ngantuk, tentunya adalah pelajaran Bahasa Indonesia konon nyatanya setiap guru ini mengajar tak ada satupun anak yang mendengarkannya karena dengan alasan guru ini neranginya lama banget, ngebetein dan bikin ngantuk.
Langganan:
Postingan (Atom)